HOT NEWS
RUBRIK PILIHAN: Tampilkan postingan dengan label KARAWANG. Tampilkan semua postingan

Karawang-SINGAPERBANGSA-.Kali ini,dunia sinetron Indonesia mendapat reaksi keras dari masyarakat kabupaten Karawang,peran seorang hansip atau guru di sinetron kejar tayang di televisi saat ini yang di nilai menyedihkan dan telah merusak korp hansip dan guru secara umum.(14/01/2013).
pelita karawang
Ilutrasi:Hansip seddang baris
Jubaedah warga Rengasdengklok pasar mengatakan,peran hansip yang bego,culun bahkan kocak terlalu mendramatisir keadaaan,tidaklah semua hansip berlaku demikian,buktinya di desa ada rasa nyaman dan aman di antaranya jasa para hansip.

Boleh -boleh saja hansip dijadikan obyek guyonan dalam sinteron tapi tidaklah melulu menampilkan seorang hansip yang berulah culun atau bodo banget itu sungguh terlalu,tambah dia.

Sinetron berjudul Ustad Copypaste saya sangat suka nonton,tapi kalau sudah keluar peran hansip yang selalu disiksa oleh Kades atau diejek warga, perasaaan ini ga enak banget. Ok,sambung dia".peran pak hansip berhasil tapi kan jangan terlalu mendeskriditan korp hansip ,tukas Jubaedah.

Jamilah juga seorang warga Rengasdengklok,dia senada dengan jubedah tapi dia lebih menggelitik ke peran Kasek atau guru di sinetron-sinetron yang tayang di televisi secara umum.

Sebego-begonya guru tidak akan sebego peran guru di sinetron .sebaiknya pihak produser atau pihak televisi yang menayangkan harus menyeleksi dulu dengan ketat setiap sinetron yang menjual obyek berkaitan dengan lembaga apapaun apalagi dengan propesi guru yang tugasnya mencerdaskan bangsa,pinta Jamilah.

Ini satu keprihatinan banget,saat kaum pendidik atau pemerintah sedang getol-getolnya menyuarakan pendidikan karaketr,di sisi lain ada penodaaan karakter guru sendiri oleh pihak tak bertanggungjawab,sindir dari Jamilah.

Moral bangsa kita sedang hancur dan guru adalah salah satu petugas yang mengembalikan keadaaan melalui sekolah dengan pendidikan karakter yang digarapnya,itu akan percuma jika terus digembosi oleh tontonan televisi yang tak berkulaitas,ungkap dia.

Lalu tegas Jamilah,sinetron banyak penontonnya atau akan punya  reting tinggi bukan hanya yang menjual seorang guru yang konyol atau hansip bego,masih banyak obyek lain lebih menarik  dan punya daya jual tinggi misal mengangkat kisah-kisah perjuangan masa dulu atau angkat nilai-nilai kepahlawanan seseorang di masa penjajahan juga kerajaan Indonesia.sebaiknya mereka penjual kekonyolan hansip dan guru memahami dan mengerti ,mendidik bukanlah tugas guru saja tapi elemen semua bangsa itu semua bertanggungjawab dengan kapasitas masing-masing termasuk selebritis dan produser atapun televisi sendiri,pungkasnya (YH)  sumber: www.pelitakarawang.com

Karawang-SINGAPERBANGSA-.Musim tanam padi sudah mulai di sekitar Kecamatan Lemahabang,Telagsari,Cilamaya Wetan ,Kulon dan Tempuran , Karawang. (10/1/2013).
Saja salah satu petani Telagsaari saat di temui di sekitar bendungan irigasi Pondok Bales menyebutkan, musim tanam untuk daerah Telagsari hampir beres cuma sayang saja keadan irigasi sebagai penyalur air atau tempat sirkulasi airnya kurang terawat oleh dinas terkait ,(red,dinas pengairan).

Banyaknya eceng gondok dan sampah di irigasi jelas akan menghambat air ke hilir dan sayang banget di pinggiran irigasi kurang terawat hingga dipenuhi rerumputan atau tumbuhnya semak-belukar.seharus pihak waker dari pengairan harus lebih bisa memberikan contoh ke pengguna air bukan sebaliknya abai dalam tugas-tugasnya ,tukas Saja. (KS).www.pelitakarawang.com

Karawang-SINGAPERBANGSA-. Sebelumnya telah di beritakan,(( Baca Ini)Selama beberapa tahun ini, protes masyarakat bermunculan atas mahalnya biaya pencatatan nikah yang jauh api dari pada panggang dan menurut UU No 1/1974 tentang Perkawinan mewajibkan setiap pernikahan harus tercatat secara administrasi di negara. Untuk memperoleh buku nikah, pernikahan wajib menggunakan jasa penghulu negara.
Ustad.Hasan Tojiri
Bendahara P3N (Pembantu Petugas Pencatat Nikah) dan Amil
Kabupaten Karawang

Mungkin dari proses inilah yang kemudian memunculkan biaya-biaya siluman yang memberatkan warga, terutama yang tak mampu  Di banyak desa dilaporkan,biaya itu bisa mencapai minimal  Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Di perkotaan, biaya pencatatan bisa jauh lebih mahal, antara Rp 500 ribu sampai Rp 5 juta.

Hasil invetigasi Pelita Karawang di lapangan mengambarkan pula besarnya bea pernikahan bukan lagi rahasia,dana nikah 600 ribu pun masih dianggap murah oleh masyarakat awam.

Hasan Tojiri Bendahara P3N (Pembantu Petugas Pencatat Nikah) dan Amil Kabupaten Karawang mengatakan,besarnya uang pernikahan akibat banyaknya pos yang harus di isi oleh para amil dan itu tidak pungkiri jika setoran atau jatah Japrennya kurang,bisa-bisa pasangan pengantin bawan amiil bersangkutan tidak kawinkan oleh pihak penghulu, kejadian  ini merata diberbagai daerah di Karawang.

Uang Rp.104.000, adalah jatah Kepala KUA,dana operasional  penghulu  yang menikahkan Rp.50 ribu,Dana ATK 50 ribu,Kas Kantor KUA 25 ribu dan terakhir wajib setor pula uang surat nikah ke Kemenag katanya,"pokoknya setiap satu pernikahan (NI) wajib setor peramil sebanyak 250.ribuan ke kantor KUA ,jika kurang nya ga nikahkan,jelas Hasan ke Pelita Karawang.

Terusnya,Kami para amil  (P3N) atau Lebe di Kabupaten Karawang yang berjumlah 3031 orang jelas sangat tidak terima jika di pojokan oleh siapapun makan uang subhat karena para amil sudah bekerja maksmal yaitu selama 12 hari,sejak pendaftaran sampai pernikahan pasangan bersangkutan malah kalau mau buka-bukaan,banyak di antara rekan yang banting -tulang mengurus adimtrasi pernikahan calon mempelaai dari desa ke KUA dan menghadiri pernikahan itu sendiri karena ada kalanya penghulu tidak datang akibat sakit atau kepentingan keluarga.

Pasangan Pengantin
 yang memberikan pengakuan ke Pelita Karawang
membayar uang pernikahnya Rp.600 ribu
Masih kata Hasan,tidak pungkiri pula pihak desa untuk urus-urus persayaratan admitrasi sang pengantin para amil mengeluarkan biaya tertentu minimal dari rokok sampai uang ke para petugas yang diberi kewenangan oleh pihak desa/kepala desa,apalagi beban akan lebih berat jika ada pengantin asal luar daerah alias ngendon nikah itu ke desa lain lagi biayanya,"memang tidak semua aparat desa berlaku sama",imbuh dia.

Kalau kami dikatakan pemakan uang Subhat pernikahan,perasaan salah banget karena kami kerja terkecuali tadi yang disetorkan ke kantor KUA,mungkin para ahli agama atau aparat bisa menilainya secara hukum agama atau peraturan pemerintah yang berlaku.

Kemudian terang dia,bukan satu tapi sudah ratusan rekan amil telepon yang mengatakan bagimana sikap kita kedepan jika selalu di salahkan apalgai pihak KUA cuci tangan dengan isu yang berkembang,maka hasil dari perbincangan kami,akan kompak menjelaskan apa adanya juga tidak takut demi kebenaran dan siap membubarkan diri sebagai P3N atau Amil di KUA apabila disalahkan terus,tandas Hasan.

Kami pun sambungnya,bukan mau melawan atau memberontak tapi keadaan saat ini tidak mungkin berdiam diri saja ketika ada yang mengatakan amil disebut sebagai sumber korupsi di KUA,tentunya dengan buka kartu seperti ini akan membuka semua pihak agar ada pembelaan ke pihak P3N dan Amil dan membuka  dimana akar korupsi pernikahan di KUA,tukasnya.

Salah satu Kepala KUA Kecamatan di Kabupaten Karawang,saat dikonpirmasi via telepon selulernya kaitan pengakuan dari bendahara  P3N dan Amil Kabupaten,dia mengajak ketemu dan berbincang dikantornya ke Pelita Karawang.(bersambung) @ JK.www.pelitakarawang.com

CILAMAYA KULON,SINGEPBANGSA- Pembangunan gedung SDN Rawagempol Kulon 1 di Kecamatan Cilamaya Wetan, sejak dua pekan lalu ditinggal pemborongnya. Akibatnya, rehab total gedung SD yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 68 juta per lokal tersebut terhenti.
Yang disayangkan lagi, material bangunan 7 ruang kelas tersebut buruk dan menggunakan material bekas. Sebelumnya, pemborong sudah komitnen merampungkan pengerjaan hingga tanggal 29 Desember 2012 lalu. Namun pada kenyataannya jangankan bisa digunakan, bangunan saja baru 30 persen.

Untuk melakukan kegiatan belajar mengajar, pihak sekolah menggunakan rumah-rumah warga dan bangunan pesantren. Kepala SDN Rawagempol Kulon 1 Hasyim mengaku pusing dengan pertanyaan dari warga, terutama para orang tua siswa, terkait berhentinya pembangunan gedung sekolah. Warga menyangka, pembangunan dilakukan pihak sekolah, padahal dirinya tidak tahu menahu terkait pembangunan gedung tersebut.

Dikatakannya, sesuai kontrak, bangunan sekolah tersebut harus rampung tanggal 29 Desember tahun lalu. Namun ia mengaku heran saat para kuli dan mandor ada, namun material tak kunjung datang alias sering terlambat. tetapi saat para tukang sudah tidak ada, sejumlah material datangan. Karenanya ia meminta pemborong bisa dievaluasi, bahkan jika pemborong tidak sanggup melanjutkan hingga akhir bulan ini, lebih baik kelanjutanya dilimpahkan kepada pihak sekolah.

Hasyim juga mengaku sudah malu ditanyakan para orangtua siswa, bahkan dirinya sering menerima SMS gelap terkait bangunan yang diduga warga diselewengkan sekolah. Selain itu, sistem pembelajaran yang digilir antara pagi dan siang akan berpengaruh terhadap siswa. "Jika melihat hasil pekerjaan bangunan sekolah hanya baru rampung 30% dan saat pencairanpun tidak melibatkan kepala sekolah," ujarnya.

Anggota Komite Sekolah SDN Rawagempolkulon 1  Bidang Sarana, Suharto Al Amin mengatakan, rehab bangunan ditinggal sejak tanggal 22 Desember lalu oleh para tukang berikut pemborong yang ia tidak ketahui nama CV-nya. Namun saat dikoordinasikan kembali, kabarnya akan dilanjutkan pada tanggal 26 Desember. Sayangnya, hingga tahun berganti tidak ada realisasi kelanjutanya, padahal kontrak akhir rampung hingga akhir tahun 2012 sebagaimana yang dilontarkan rekanan bernama Albert dari Bekasi.

Kini, sebagian dari 550 siswa harus belajar di rumahnya, 2 kelas di rumah H Dulkariem dan 3 kelas di bangunan Pesantren Hidayatul Falah. Ia menilai, jika pemborong tidak melanjutkan pembangunan hingga akhir Januari, maka siswa akan terus belajar di rumah warga dan pesantren. 

Yang disesalkannya juga, pada pembangunan ruang kelas baru tersebut terlalu banyak menggunakan material bekas seperti kusen dan batu bata. Menurutnya, hal itu sempat ditegur pihak pengawas, karenanya jika tidak sesuai bestek dan meterial tak layak. "Jika terus dibiarkan maka kita akan buat laporan tertulis berikut menolak jika material bekas tetap dipakai, padahal per rombel (kelas) Rp 68 jutaan sudah teramat cukup," katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD PAUD/SD Cilamaya Wetan Drs H Moch Yahya Hambali mengaku dari lima proyek pembangunan SD, tak satupun yang berkoordinasi dengan pihaknya. Parahnya, pembangunan ruangan kelas baru di lima SD yang lakukan rekanan tersebut belum ada satupun yang selesai. Kelima sekolah yang bangunanya tengah digarap tersebut masing-masing SDN Muara 1, SDN Muara Baru II, SDN Sukakerta III, SDN Sukakerta II dan SDN Rawagempolkulon 1.

Lain halnya pembangunan gedung yang dilakukan secara swakelola seperti SDN Cikarang I dari rencana 2 lokal namun mampu menjadi 4 lokal. Begitupun SDN Cikalong II yang mendapat jatah 3 lokal, tetap cukup. Ditambahkannya, swakelola jauh lebih baik dibanding oleh rekanan. Meskipun UPTD memiliki kewenangan spesifik, namun untuk pekerjaan kontraktual justru tak memiliki peran apa-apa. "Terkadang heran juga. Sudah tahu hasil rekanan kerapkali buruk, tapi tetap saja dipakai," ujarnya. (rudi @RAKA ). www.pelitakarawang.com

Karawang-SINGAPERBANGSA-.Pernyataan Wamendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim yang isi "adanya kegelisahan organisasi atau LSM guru terkait revisi PP tentang Guru dan  sampai saat ini belum ada induk organisasi profesi guru yang diakui pemerintah",mendapatkan tangapan serius dari H.Obang Nurbayu,SH Ketua PGRI Kabupaten Karawang.(07-01/2013).(Berita sebelumnya).

Pernyataan Wamendikbud Bidang Pendidikan terlalu dini dan berdampak buruk ke rekan -rekan guru yang selama ini sudah menjalin kemitraan dengan pemerintah dari pusat hingga pelosok desa,ucapnya.
H.Obang Nurbayu,SH Ketua PGRI Kabupaten Karawang

Sejujurnya ungkapan dari Wamendikbud demikan ,pertama kali di dengar dan jelasnya saat di konpirmasi oleh PELITA KARAWANG,ulas Obang.

Pernyataan Wamendikbud  justru  terbalik perasaan,sambungnya."Karena PGRI secara umum tidak gelisah dengan adanya perubahan PP nomor 74 tahun 2008 tentang guru yang sedang digodok,mungkin bersangkutanlah yang sedang  galau oleh penolakan dari beberapa organisasi guru lain".Kami sudah siap dengan segala persyaratan yang di sahkan nanti  jika ada perubahan,PGRI sudah sampai ke akar rumput guru,jangankan persyaratan kepengurusan sampai kecamatan saja perdesapun jadi ,tandas ketua PGRI Karawang tersebut.

Masih kata Obang,persoalan ini sangat serius dan PGRI Kabupaten Karawang akan membawanya ke kegiatan Konkernas 2013 PGRI di Mataram NTB ,24 Januari mendatang,Insya Allah pak Menteri pendidikan juga akan hadir di lokasi,namun sebelumnya di daerah akan mempelajari pernyataaan Wamendikbud guna pengembangan dan telaah lebih jauh .

Jika PGRI tidak di akui oleh Pemerintah mengapa Presiden RI sudah hadir 4 kali di HUT PGRI dan Menteri pendidikan selalu hadir di pula di kegiatan serupa.makanya sangat di sayangkan dan terlalu dini , jika Wamendibud atas nama Kemendikbud mengatakan" PGRI bukan organisasi profesi guru walaupun mereka memiliki perwakilan sampai tingkat kecamatan ",pungkas Obang.(JK).SUMBER:www.pelitakarawang.com

Karawang-SINGAPERBANGSA-;Deden Irwan Risadi Wakil Ketua DPC dan Ketua Fraksi PDI-P di DPRD Karawang menjelaskan,untuk puncak peringatan hari ulang tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ke-40 akan dipusatkan di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat,hari ini Kamis, 10 Januari 2013.Ketua Umum PDIP,Megawati Soekarnoputri akan hadir dan menyampaikan orasi politiknya.(10/1/2013).
Menurut keterangan dariKetua Pelaksana Lokal Jabar, Gatot Tjahjono, lanjut Deden,acara juga akan diisi dengan kegiatan menanam pohon serta menyebarkan benih ikan di kawasan waduk Jatiluhur. "Tema HUT PDIP tahun ini adalah "Selamatkan Air untuk Kedaulatan Pangan". Tema ini untuk menyelamatkan kehidupan air dan menjaga ketahanan pangan," ujar  Deden.
Dia menambahkan, di kegiatan HUT  akan diberikan penghargaan pula kepada ahli waris almarhum tokoh pembuat Waduk Jatiluhur yakni Ir H Juanda dan Ir Sutami. "Akan ada pemberian penghargaan dari Ketua Umum kepada keluarga almarhum pembuat dan pencetus ide Waduk Jatiluhur. Ketua Umum juga akan memberikan penghargaan kepada almarhum keluarga Ki Marhaen, serta kepada para tokoh dan senior PDIP," katanya.

Terus dia,wajar dan sangat tepat kiranya perayaan HUT PDI-P sekarang digelar di Jatiluhur karena di lokasi tersebut termasuk  salah satu dari karya anak bangsa yang turut berperan yaitu pak Ir.Soekarno.

Acara yang juga akan dihadiri oleh seluruh politisi PDIP yang menjadi kepala daerah baik gubernur, bupati dan walikota se-Indonesia ini. Juga akan diikuti oleh sekitar 13.000 massa yang datang dari DPC terdekat serta dari DPP,tukas Ego sebutan lain dari Deden.
SalaH satu sumber di DPC PDI-P Karawang menyebutkan pula,kegiatan HUT sekarang yang bertempat di Jatiluhur salah satunya adalah pemanatapam guna pemenangan Pilgub Jabar 2013 untuk pasangan Paten,kata nya.JK/@ Sumber:www.pelitakarawang.com

Karawang-SINGAPERBANGSA-.Untuk membuktikan keseriusannya dalam menyikapi polemik penyerapan anggaran 2012, anggota Fraksi Golkar Amanat Reformasi (GAR) DPRD unsur Golkar sudah melaporkan kemungkinan dugaan penyimpangan atau pelanggaran hukumnya terkait pengelolaan anggaran kas daerah ke Kejaksaan Negeri Karawang dan Polres Karawang, Rabu (9/1).

KarawangDi kantor kejaksaan, 6 orang dari 8 orang kader Golkar yang anggota Fraksi GAR tersebut menyerahkan dokumen dari informasi awal yang jadi bahan pelaporannya ke Kasi Intel Imrah Yusuf di ruang dinasnya. "Apa yang disampaikan temen-temen dari Fraksi Golkar DPRD di sini menyangkut penyerapan anggaran. Ada dari sisi hukum yang mereka serahkan ke kita. Karena di dewan tugas mereka fungsi politiknya," ujar Imran kepada para wartawan bersamaan menerima para wakil rakyat dari Golkar tersebut, kemarin siang.

Imran menegaskan, dirinya siap menindaklanjuti apa yang disampaikan masyarakat yang kebetulan dilaporkan anggota DPRD berbaju parpol warna kuning. Hanya pihaknya di kejaksaan belum dapat berbicara apa-apa sebelum materi hukum yang dilaporkan kader-kader Golkar ditemukan bukti-bukti awal atas hasil penyelidikan kelak. "Sabar lah. Pada prinsipnya kami siap mengungkap ini. Tidak ada yang perlu kami takutkan atau ewuh pakewuh. Jujur, kami tidak punya beban apa-apa dan kepada siapapun," tegasnya.
Malah jika nanti ditemukan bukti yang mengarah ke dugaan pelanggaran hukum, bila pun nama bupati dimungkinkan terlibat, kata Imran. bisa saja ditahan. Itu kalau ada pidananya. Sebaliknya, seandainya semua data yang dilaporkan Golkar lemah pembuktiannya secara hukum, Imran mengingatkan, bukan lantas kejaksaan lemah atau tumpul dalam mengungkap kasus-kasus dugaan tindak pidana korupsi. 

"Kami juga nanti akan tetap meminta bantuan ke Golkar selaku pelapor buat turut melengkapi data awalnya jika diperlukan. Terutama buat mengecek posisi kas daerah di Bank BJB. Hanya sebelum kami bergerak, sekarang sedang mengajukan konsep surat perintah dari Kajari. Yang ke Bank BJB kita klarifikasi dengan istilah penangguhan pencairan sejumlah proyek fisik yang didanai APBD Karawang 2012. Termasuk istilah posisi pemblokiran ini bagaimana?" ujar Imran.

Menjelaskan tentang apa yang dilaporlannya, Ketua Fraksi GAR DPRD Karawang HM Warman mengemukakan bahwa bagi fraksinya secara sikap politik tetap akan mengajukan hak interpelasi. Kini pihaknya tinggal menunggu kesiapan tambahan tanda tangan pengusul dari fraksi lain sesuai ketentuan yang diatur Tatib DPRD. Sedangkan dari sisi hukum, fraksinya menyerahkan kepada lembaga yang berwenang. Yakni, Kejaksaan Negeri Karawang maupun Polres Karawang. Bahkan untuk mengaudit keuangan Pemkab sampai akhir tahun anggaran 2012, kata Warman, fraksinya sudah melapor ke BPK RI di Jakarta, Selasa (8/1).

Sementara itu, setelah menerima rombongan Fraksi GAR DPRD, Rabu (9/1) siang, Kapolres Karawang AKBP Arman Achdiat menjelaskan, ada beberapa item yang disampaikan ke dirinya untuk dilakukan pengamatan. "Kita tindaklanjuti. Kita kan laksanakan. Bisa saja nantinya dilanjutkan ke penyelidikan. Kalau tidak sesuai, akan kita sampaikan lagi ke Fraksi Golkar selaku pelapor. Tapi bila ada indikasi ke arah dugaan pelanggaran hukum, jelas harus ditindaklanjuti. Soal dugaan tipikor, prosesnya tidak lidik. Tapi penelitian, sejauhmana kebenaran informasinya. Kita kumpulkan alat bukti. Bila cukup, kita proses. Kebetulan tahun 2013 Polres Karawang punya anggaran sampai Rp 400 juta untuk pengungkapan kasus tipikor," jelasnya.(vins). Sumber: Harian Radar Karawang. 

Karawang-.SINGAPERNAGSA-Sebanyak 192  mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Kharisma,  bersama-sama melakukan ucapjanji iikrar sumpah setia sebagai salah satu prasyarat untuk terjun praktik lapangan. pengucapan tersebutg berlangsung di ruang serbaguna RM. Alam Sari Interchange Karawang Barat ,kegiaan disaksikan secara langsung oleh Bupati Karawang, H. Ade Swara, Selasa (8/1).
karawang
Ilustrasi
Ke-192 mahasiswa tersebut terdiri dari 75 orang mahasiswa tingkat I program studi keperawatan diploma III angkatan XXI, 72 mahasiswa dari program studi kebidanan diploma III Angkatan IX, serta 45 mahasiswa tingkat II program studi keperawatan S1 Angkatan IV. upacara engucapan janji diharapkan dapat menumbuhkan semangat profesionalisme serta rasa tanggung jawab dan tanggung gugat mahasiswa sedini mungkin dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.
Bupati Karawang H. Ade Swara dalam sambutannya berharap agar dengan adanya kegiatan ini dapar menumbuhkan rasa tanggung jawab bagi para mahasiswa terhadap  pelaksanaan asuhan keperawatan dan kebidanan secara langsung kepada para pasien, baik di rumah sakit maupun di puskesmas. “Selain itu, melalui kegiatan ini juga diharapkan para mahasiswa dapat memiliki komitmen untuk menjalankan tugas dan profesinya sesuai peraturan dan kode etik keperawatan dan kebidanan yang berwawasan akademis,” ujarnya.
Bupati mengatakan pula, para mahasiswa, termasuk dari STIKES Kharisma Karawang merupakan asset berharga bagi daerah, karena mereka adalah salah satu calon pelaku pembangunan sekaligus sebagai kader atau ahli di bidang kesehatan yang lebih siap, baik dari segi kualitas dan kuantitas intelektualnya, maupun dari segi disiplin dan kemandirian pribadi. “yang dapat memberikan kontribusi secara nyata bagi pembangunan kesehatan dan turut mewarnai sikap hidup masyarakat yang semakin mencintai kebersihan dan kesehatan sekaligus diharapkan mampu menjadi pelopor bagi percepatan pembangunan di segala bidang,” tuturnya.
Selain itu, Bupati pun berpesan kepada para mahasiswa STIKES Kharisma Karawang, agar mampu mengaplikasikan “Tri Dharma Perguruan Tinggi” yaitu : belajar, meneliti dan mengabdi, sekaligus memiliki kemauan dan kemampuan untuk berkiprah bagi kepentingan masyarakat, sehingga keberadaan kalian menjadi harapan dan dambaan baik oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat.
Terkait dengan peran serta STIKES Kharisma Karawang dalam berbagai program pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, Bupati H. Ade Swara turut menyampaikan ucapan terima kasih dan berharap peran serta tersebut dapat terus berlangsung di masa yang akan datang. “Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran STIKES Kharisma Karawang, karena atas peran serta dalam upaya meningkatkan IPM di Kab. Karawang, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua STIKES Kharisma, H. Sumitra, M. Kes menyampaikann, dalam rangka menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, STIKES Kharisma secara rutin menggelar berbagai kegiatan kemasyarakatan, diantaranya menerbitkan jurnal keperawatan dan kebidanan, aktif dalam pembinaan posyandu mandiri, pelayanan balita, lansia, bekerjasama dengan berbagai puskesmas, pembinaan desa siaga, advokasi tim kanker rahim, keluarga berencana, TBC, dan promosi kesehatan.
“Termasuk diantaranya bekerjasama dengan BNK Karawang untuk Training of Trainer (ToT), dan BNN tingkat pusat pun memberikan rekomendasi kepada STIKES Kharisma Karawang sebagai kampus bebas Narkoba,” tambahnya. (pemkab). Sumber:www.pelitakarawang.com

Karawang-SINGAPERBANGSA -.Kabupaten Karawang secara umum mulai membagikan kepingan e-KTP  dan hasil pantuan PELITA KARAWANG belum semua warga bisa menerima KTP nasional tersebut.(11/01/2013).
karawang
H.Yayat Supriatna warga dusun Pulohaur desa Pulomulya Kecamatan Lemahabang mengatakan ,KTP datang  kemrin sore dibagikan oleh petugas desa tapi ada embel-embelnya bayar goceng.sayang gembor-gembor KTP gratis tapi bayar juga,kata di ke PELITA KARAWANG.

Keluhan hampir serupa di katakan oleh beberapa warga desa di Kecamatan Tempuran,KTP datang tapi ada bea antar kontribusi sebesar lima ribu rupiah per-KTP.tapi tidak semua warga mengeluhkan pungutan tersebut karena menurut mereka,wajar semua pakai tenaga apalagi jarak satu rumah warga ke yang lain berjuahan,buat uang bensin,imbuhnya. 
Seorang  RT di Tempuran yang ditemui PELITA KARAWANG mengatakan,prosesnya pembagian KTP,saat masyarakat menerima harus disertai dengan KTP yang lama ataupun fotocopy kartu keluarga (KK),bagi masyarakat yang belum menerima KTP,agar bersabar karena memang belum dikirim dari Karawang nya (kemedagri,red)," jelas dia.
Saat ditanyai,adanya biaya yang dikenakan kepada warganya dalam proses pendistribusian,RT yang ga mau disebutkan namanya menjawab. tidak ada pungutan yang diperuntungkan untuk KTP. Namun, jika ada warga yang memberikan sejumlah uang ya terima saja,yang terpenting jangan sampai meminta kepada masyarakat. "Kalau biaya memang tidak ada,hanya untuk menggantikan uang bensin.Biasa dan wajarlah, jangan bilang  ada pungutan, jika masyarakat itu mengasih, ya saya ucapkan terima kasih.,"ucap dia. (bi/Ds). sUMBER:www.pelitakarawang.com

Karawang-SINGAPERBANGSA-.Musim penghujan seperti sekarang memang bisa mendatangkan bencana tak terduga  (mengintai) dan bisa melanda  Kabupaten Karawang dari berbagai sudut wilayahnya karena letak geografisnya.posisinya pinggir pantai dan ada pula hampir sehamparan pegunungan misal daerah Pangkalan (berbatasan dengan Kabupaten Bogor),Ciampel,Tegalwaru atau Cikmapek dan Klari bagian selatannya ada yang berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta.,ucap Wawan Kurniawan warga Desa Suka Jaya Kecamatan Cilamaya Kulon.(09/1/2013).

Angin kencang di pesisir pantai Ciparege Jaya
Sambungnya,Adanya hujan di sertai angin kencang  di pesisir   daerah Karawang seperti sekarang sebenarnya merupakan hal biasa karena sudah memasuki musim hujan atau kondisi buruk terciptakan oleh cuaca ektrem yang berakibat angin di lautan atau darat bisa berubah arah setiap saat.makanya para nelayan di tuntut bisa membaca tanda-tanda alam yang ada di lautan atau pun sebaliknya.

Wawan jelaskan pula,mungkin tapi dapat di pastikan merata untuk epanjang pesisir pantai Karawang atau bisa melebar ke daerah Blanakan Subang,Indramayu juga Cirebon,nelayan akan ogah melaut karena hasil tangkapan tidak menguntungkan dan khawatir terseret ombak ketengah lautan ,kondisi itu ada akibat dorongan angin kencang di sertai hujan sepertinya kita lihat di daratan sekarang.kini arah angin sulit ditebak atau diramalkan seperti dulu,tambahnya.

Semenatara di peroleh keterangan dari PMI Kabupaten pertahun 2012, ada beberapa kecamatan di Karawang yang rawan bencana banjir,angin puting beliung dan kebakaran,.Di antaranya untuk  rawan banjir  meliputi  Kecamatan Telukjambe Timur dan Barat,Karawang Barat dan Timur,Rengasdengklok,Jayakerta,Pakisjaya,Cibuaya,Cliebar,Cilamaya Wetan,Pangkalan serta Tirtajaya.Lalu untuk daerah rentan longsor yaitu di Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru.

Untuk Kecamatan Rawamerta,Kutawaluya,Purwasari,Tempuran,Telukjambe Timur,Pangkalan,Tegalwaru adalah daerah rentan angin puting beliung  serta terkhir lokasi rentan kebakaran meliputi Kecamatan Karawang Barat dan Timur,Telukjambe Timur,Klari,Purwasari,Ckampek,Rengasdengklok./Jk/@  SUMBER: www.pelitakarawang.com

KARAWANG-SINGAPERBANGSA-.Banyak pihak berharap adanya peningkatan mutu guru sejak dini dan bisa digenjot oleh adanya program-program  di lingkaran dunia pendidikan,namun sayang seribu sayang jika dalam organ eduktif sendiri tercetus ungkapan ketidakpuasan di pelaksanaan atau meragukan hasilnya,malah ada narasumber yang balik bertanya apa yang di dapati dari program itu sendiri.(10/1/2013).
Pelita Karawang
H.Udin Makhpudin S.H 

Dari mereka ada yang menyebutkan pula, progam yang disebut KKG K3S bermutu adalah kegaiatan penghaburan uang saja,program tersebut terlalu memaksakan karena kalau dibuka secara blak-blaksan hanya bagi-bagi kue saja atau menjadi sarang korupsi.

H.Udin Makhpudin S.H Kasek SDN Karyamukti II Kecamatan Lemahabang Karawang saat di temui dikegiatan K3S bermutu kecamatan setempat mengutarakan,Sebenarnya sulit menyebutkan banyak manfaat yang bisa di ambil dari kegiatan bermutu para kepala sekolah (Kasek).karena relitasnya dari sekian pertemuan (16 Kali) tidaklah banyak memberikan perubahan yang signifikan dan sayang  banget ada kalanya”Kasek dijadikan obyek oleh oknum tertentu bukan  sebagai subjek program”,ini di mungkinkan umum  terjadi  di Karawang,ungkap dia.

Terusnya,Apa yang dimaksud dengan kalimat Kepala sekoah dijadikan obyek bukan subjek program pastilah orang-orang dunia pendidikan termasuk dinas kabupaten mengerti dan memahaminya.seyogyanya dinas terkait segera mengingatkan “mereka” yang dianggap telah memperlakukan Kasek sebagai obyek,pinta Udin.

Dan anehnya lagi,sambung Udin.”,Banyak rekan Kasek dari  luar Lemahabang menyampaikan tidak tranparannya pengurus KKG bermutu K3S dalam penggunaan dana bantuan  program,secara pribadi bisa disimpulkan program K3S bermutu adalah sarang korupsi”,tandas Kasek SD yang serta pula dalam seleksi Pengawas Disdikpora Karawang beberapa waktu yang lalu.
Pelita Karawang

Di lain tempat tudingan senada di lontarkan oleh seorang Kasek SD di Kota Karawang cuma sayang tidak mau disebutkan jatidirnya,KKG bermutu K3S  hanya membuang waktu saja selain menghaburkan uang yang ada,yang didapati hanya kepadatan jadwal pertemuan dan mengganggu kegiatan para kepala sekolah yang sedang rame-rame menggenjot prestasi di sekolah masing-masing.

Kemudian kata Kasek itu ,”Bermutu bukanlah progam asli Indonesia dan tidak relevan dengan karakter guru kita,sebaiknya di hentikan saja karena hasilnya pun tidak memuaskan,mengapa negera Malaysia saja ga pakai program bantuan tersebut, masa Indonesia harus? ,hemat saya program  bermutu juga memberikan dampak negetive ke dunia pendidikan,tukasnya. .......(bersambung). /WW.  @ www.pelitakarawang.com

KARAWANG-.SINGAPERBANGSA-Makam Waliyullah Syekh Qurotul’ain,terletak di Kampung Pulobata Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang Karawang.bangunan yang berdiri megah itu,pada saat sekarang menjadi tempat berkunjung.

SERAMBI MAKAM SYEH QURO
Para penziarah dan PARIWISATA RELIGIUS dari berbagai pelosok Nusantara.mereka datang,khususnya setiap Jum’at malam Sabtu atau sering,orang-orang menyebutnya istilah Sabtuan.

Karamat Pulobata adalah,Situs sejarah Isalam yang merupakan asset kabuapten karawang dalam bab Paraiwisata dan menjadikan suatu aset penting dan berharga bagi desa Pulobata yang utama.

Konon kabarnya,Ulama besar yang bergelar Syekh Qurotul’ain dengan nama aslinya Syekh Mursyahadatillah atau Syekh Hasanudin.beliau adalah seorang yang arif dan bijaksana dan termasuk seorang ulam yang hafidz Al-qur’an serta ahli Qiro’at yang sangat merdu suaranya.

Syekh Quro adalah putra ulama besar Mekkah,penyebar agama Islam di negeri Campa (Kamboja) yang bernama Syekh Yusuf Siddik yang masih keturunan dari Sayidina Hussen Bin Sayidina Ali RA.dan Siti
Fatimah putri Rosulullah SAW.

Pada waktu itu tanah Jawa masih dibawah kekuasaan Negeri Pajajaran dan masih menganut agama Hindu,dengan seorang Raja yang bernama Prabu Anggalarang,Kekuasannya pabu tersebut meliputi wilayah Karawang.

Sebelumnya datang ke tanah Karawang sekitar tahun 1409 Masehi,Syekh Quro menyebarkan Agama islam di negeri Campa berawal ,lalu ke daerah Malaka dan dilanjutkan ke daerah Martasinga Pasambangan dan Japura akhirnya sampai ke Pelabuhan Muara Jati Cirebon.

Disini beliau disambut dengan baik oleh Ki Gedeng Tapa atau Ki Gedeng Jumajan Jati,yang masih keturunan Prabu Wastu Kencana dan, oleh masyarakat sekitar.mereka sangat tertarik dengan ajaran yang disampaikan oleh Syekh Quro yang di sebut ajaran agama Islam.

Penyebaran agama Islam yang disampaikan oleh syekh Quro di tanah Jawa,rupanya sangat mencemaskan raja Pajaran Prabu Anggalarang,sehingga pada waktu itu,penyebaran agama Islam agar dihentikan.

Perintah dari Raja Pajajaran tersebut dipatuhi oleh Syeh Quro.namun,kepada utusan dari Raja Pajaran
yang mendatangi Syekh Quro,beliau mengingatkan,meskipun ajaran agama Islam dihentikan penyebarannya tapi kelak, dari keturunan Prabu Anggalarang akan ada yang menjadi seorang Waliyullah.

Beberapa saat kemudian beliau pamit pada Ki Gedeng Tapa untuk kembali ke negeri Campa,di waktu itu pula Ki Gedeng Tapa menitipkan putrinya yang bernama Nyi Mas Subang Larang,untuk ikut dan berguru pada Syekh Quro.Tak lama kemudian Syekh Quro datang kembali ke negeri Pajajaran beserta Rombongan para santrinya,dengan menggunakan Perahu dagang.dan serta didalam rombongan adalah,Nyi Mas Subang Larang,Syekh Abdul Rahman.Syekh Maulana Madzkur dan Syekh Abdilah Dargom.

Setelah Rombongan Syekh Quro melewati Laut Jawa dan Sunda Kelapa dan masuk Kali Citarum,yang waktu itu di Kali tersebut ramai dipakai Keluar masuk para pedagang ke Pajajaran,akhirnya rombongan beliau singgah di Pelabuhan Karawang.

SANTUAN KE KAUM DHUFA
DI AREA PEMAKAMAN SYE QURO
Menurut buku sejarah masa silam Jawa Barat yang terbitan tahun 1983 disebut,Pura Dalem.mereka masuk Karawang sekitar 1416 M.yang mungkin dimaksud Tangjung Pura,dimana kegiatan Pemerintaahan dibawah kewenangan Jabatan Dalem..Karena rombongan tersebut,sangat menjunjung tinggi peraturan kota Pelabuhan,sehingga aparat setempat sangat menghormati dan,memberikan izin untuk mendirikan Mushola ( 1418 Masehi) sebagai sarana Ibadah sekaligus tempat tinggal mereka.Setelah beberapa waktu berada di pelabuahan Karawang,Syekh Quro menyampaikan Dakwah-dakwahnya di Mushola yang dibangunya ( sekarang Mesjid Agung Karawang ).dari urainnya mudah dipahami dan mudah diamalkan,ia beserta santrinya juga memberikan contoh pengajian Al-Qur’an menjadi daya tarik tersendiri di sekitar karawang.

Ulama besar ini sering mengumandangkan suara Qorinya yang merdu bersama murid-muridnya,Nyi Subang Larang,Syekh Abdul Rohman,Syekh Maulana Madzkur dan santri lainnya seperti ,Syekh Abdiulah Dargom alias Darugem alias Bentong bin Jabir Modafah alias Ayekh Maghribi keturunan dari sahabat nabi (sayidina Usman bin Affan).

Berita kedatangan kembali Syekh Quro,rupanya terdengar oleh Prabu Anggalarang yang pernah melarang penyebaran agama islam di tanah Jawa,sehingga Prabu Anggalarang mengirim utusannya.untuk menutup pesantren Syekh Quro.utusan yang datang itu adalah Putra Mahkota yang bernama Raden Pamanah Rasa. sesampainya di pesantren putra mahkota tersebut hatinya tertambat oleh alunan suara yang merdu yang dikumandangkan oleh Nyi Subang Larang,”dalam mengalunkan suara pengajian Al-Qur’an,”

Prabu Pamanah Rasa akhirnya mengurungkan niatnya untuk menutup pesantren tersebut.Atas kehendak yang Maha Kuasa Prabu Pamanah Rasa,menaruh perhatian khususnya pada Nyi Subang Larang yang cantik dan merdu suaranya.Lalu,akhirnya Prabu Pamanah Rasa melamar dan ingin mempersunting Nyi Subang Larang sebagai permaisurinya.Pinangan tersebut diterima tapi,dengan syarat mas kawinnya yaitu Lintang Kerti Jejer Seratus,yang di maksud itu adalah simbol dari Tasbeh yang merupakan alat untuk berwirid.

Selain itu,Nyi Subang Larang mengajukan syarat lain yaitu,agar kelak anak-anak yang lahir dari mereka harus menjadi Raja.seterusnya menurut cerita,semua permohonan Nyi Subang Larang disanggupi oleh Raden Pamanah Rasa.Atas petunjuk Syekh Quro,Prabu Pamanah Rasa segera pergi ke Mekkah.

Di tanah suci Mekkah,Prabu Pamanah Rasa disambut oleh seorang kakek penyamaran dari Syekh Maulana Jafar Sidik.Prabu Pamanah Rasa merasa keget,ketika namanya di ketahui oleh seorang kakek.Dan Kekek itu, bersedia membantu untuk mencarikan Lintang Kerti Jejer Seratus dengan syarat harus mengucapkan Dua Kalimah Syahadat.Sang Prabu Pamanah Rasa denga tulus dan ikhlas mengucapkan,Dua Kalimah Syahadat.yang makna pengakuan pada Allah SWT,sabagai satu-satunya Tuhan yang harus disembah dan, Muhammad adalah utusannya.

Semenjak itulah,Prabu Pamanah Rasa masuk agama Islam dan menerima Lintang Kerti Jejer Seratus atau Tasbeh,mulai dari itu,Prabu Pamanah Rasa diberi ajaran tentang agama islam yang sebenarnya.Prabu Pamanah Rasa segera kembali ke Kraton Pajajaran,Untuk melangsungkan pernikahannya denga Nyi Subang Larang waktu ters berjalan maka pada tahun 1422 M,pernikahan di langsungkan di Pesantren Syekh Quro dan dipimpin langsung oleh Syekh Quro.setelah menikah Prabu Pamanahah Rasa dan dinobatkan sebagai Raja Pakuan Pajajaran dengan gelar Prabu Siliwangi.

Hasil dari pernikahan tersebut mereka dikarunai 3anak yaitu:
1.Raden Walangsungsang ( 1423 Masehi)
2.Nyi Mas Rara Santang ( 1426 Masehi)
3.Raja Sangara ( 1428 Masehi).

Setelah melewati usia remaja,Raden Walangsunsang bersama adiknya Nyi Mas Rara Santang pergi meninggalkan Pakuan Pajajaran dan mendapat bimbingan dari ulama besar Syekh Nur Jati di Perguruan Islam Gunung Jati Cirebon.

Setelah kakak beradik menunaikan ibadah Haji,maka Raden Walang Sungsang menjadi Pangerang Cakra Buana dengan sebutan Mbah Kuwu Sangkan dengan beristerikan Nyi Mas Endang Geulis Putri Pandita Ajar Sakti Danuwarsih.Sedangkan Nyi Mas Rara Santang waktu pergi ke Mekkah diperisteri oleh Sultan Mesir yang bernama Sarif Abdulah (Raja Mesir),sedangkan Raja Sangara menyebarkan agama islam di tatar selatan dengan sebutan Prabu Kian Santang (Sunan Rohmat), wafat dan dimakamkan di Godog Suci Garut. Nyi Mas Rara Santang setalah menikah dengan raja Mesir,Namanya diganti menjadi Syarifah Mudaim,dari hasil pernikahannya dikaruniai dua orang putra.masing-masing bernama Syarif Hidayatullah dan Syarif Nurullah.Setelah ayahnya meninggal dunia,jabatan Sultan Mesir diserahkan kepada Syarif Nurullah,sedangkan Syarif Hidayatullah meneruskan menimba ilmu agama islam dari ulam Mekkah dan Bagdad.
Ia bertekad untuk......
bersambung.naraumber :buku Ikhtiar sejarah singkat Syeh qurotul'ain ' 

Sumber:www.pelitakarawang.com

KARAWANG-SINGAPERBANGSA-.Perpakiran di Kabupaten Karawang berdasarkan UU No.28 Tahun 2009 dan Perda No.2 tahun 2012 saat ini di nilai kurang bisa dipercaya dari berbagai aspek.Mulai dari para petugas dan cara kerjanya di lapangan sampai masuknya dana hasil perpakiran masuk ke kas daerah.sebaiknya pemerintah daerah memfokuskan untuk pranata perpakiran yang ada jika dibiarkan akan jadi lahan empuk korupsi oleh oknum-oknum di lingkaran dinas terkait.,ucap Anda Suhanda warga perumahan Terang Sari Desa Balongsari ,Kecamatan Klari.(12/01/2013).

Pelita Karawang
Petugas parkir atau mereka petugas penarik uang retibusi parkiran kendaran bermotor (parkir umum) di bawah dinas Perhubungan ,Komunikasi dan Informatika Pemkab Karawang kerap kali menarik uang tanpa karcis hingga sering adu mulut dengan para supir yang merasa keberatan karena harus setor karcis ke perusahan dan ada kalanya pula pungutan retribusi yang  berulang di pos-pos TPR,(Tempat Pembayaran Retiribusi) yang tersebar di Karawang,sambung dia.
Dalam karcis parkiran sangat jelas,jika retibusi tersebut di tarik dari pengguna jalan haruslah diserahkan namun kenyataan lapangan demikian dan edannya lagi,suka turut serta atau melibatkan preman di sekitar TPR,tukas Anda yang juga kerja sebagai supir boks.

Pelita Karawang
Ade Sukarna petugas  pos TPR di jalan Kosambi- - Telagsari saat di sambangi PELITA KARAWANG mengakui keluhan -keluan dari para supir benar adanya.Itu disebabkan setoran ke dinas selalu di tinggi dan terus saja dinaikan.sisi lain upah pungut perkacis tidak ada,gaji nol boro-boro kesejahteran bagi petugas malah baju seragam  saja beli sendiri,kilah dia.

Terus dia,THR tahunan yang biasa di terima mau lebaran seperti tahun -tahun sebelum,lebaran kemarin tidak ada,di tambah-tambah kalau ada tim monitorong atau tamu dinas,mereka ga tahu sepi atau ga ada uang, makan dan  minum minta di tanggung,ungkap Ade Sukarna.

Ade Sukarna pun beberkan keberatananya,"Bisanya kami menjual karicis tanpa karics diberikan ke supir sebenarnya banyak faktor pendukung,tarif parkir di terlalu tinggi permobil menjadi sumber penolakan supir membeli normal dan karcis dari kantor jarang di kasih ada pun hanya segempok sebulan,tidak sebanding dengan jumlah setoran yang di pinta dinas perhari,upah pungut karcis dan gaji nol akhirnya karcis tidak jual sesuai aturan dan perautuan yang berlaku".

Dan perlu diketahui ,imbuh dia."Supir mau bayar normal kalau jalan bagus maka ujungnya tahu sama tahu dengan supir". (JK). Sumber :www.pelitakarawang.com

KARAWANG-SINGAPERBANGSA-.Memasuki usianya yang ke-3, Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Karawang menggelar kegiatan acara syukuran dan hiburan bagi masyarakat, Kamis (10/1). Kegiatan yang berlangsung di kawasan pariwisata dan olahraga air di Situ Cipule, Kecamatan Ciampel tersebut turut dihadiri oleh dua orang tokoh, yaitu Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, dan Bupati Karawang, H. Ade Swara.
 
karawangGubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa seorang negarawan tidaklah merupakan seorang pemimpin Negara, melainkan individu yang memberikan pelayanan kepada publik tanpa pandang bulu. “Tidak hanya di level nasional, akan tetapi Bupati, Camat, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat lainnya pun dapat dikatakan negarawan apabila ia benar-benar mementingkan kepentingan publik dari pada kepentingan pribadinya,” ujarnya.
 
Untuk itu, Gubernur memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para Kepala Desa yang telah turut memberikan kontribusi bagi upaya mensejahterakan bangsa dan negaranya. “Terlebih Kepala Desa merupakan bagian dari Pemerintah yang lebih mengetahui secara mendalam tentang permasalahan yang ada di masyarakat,” jelasnya.
 
Gubernur pun turut mengingatkan kembali akan pentingnya menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini karena, masyarakat desa tidak akan berbondong-bondong ke kota, apabila desa tersebut telah mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah. “Selain itu, disaat bersamaan desa pun harus mampu menjadi pusat gotong royong,” tambahnya.
 
Terkait dengan hal tersebut, Gubernur menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berupaya untuk turut memberi bantuan keuangan kepada desa untuk membangun desa sebagai pusat perekonomian dan menumbuhkan kembali gotong royong di desa-desa. “Termasuk dengan mengusulkan adanya alokasi anggaran khusus dari APBN dalam rancangan undang-undang desa,” demikian Gubernur.
 
Bupati Ade Swara berharap kegiatan syukuran dan hiburan yang diselenggarakan guna memeriahkan HUT Apdesi Ke-3 ini dapat turut dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan evaluasi guna perbaikan organisasi Apdesi maupun kinerja para kepala desa di masa yang akan datang sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih baik lagi. “Selain itu, saya juga berharap agar Apdesi dapat terus komitmen dalam perjuangan rakyat,” tambahnya.
 
Di sisi lain, Ketua Apdesi, Asep Komara, kembali menjelaskan permasalahan yang muncul, khususnya terkait mobil desa. Asep menegaskan bahwa mobil desa tersebut merupakan kendaraan operasional yang diperuntukan bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk salah satunya untuk mengantar masyarakat ke rumah sakit. Untuk itu, dirinya berharap agar program mobil desa tidak dilihat secara negative, tetapi juga turut dilihat segi positif.
 
Sementara itu, dalam kegiatan tersebut, jajaran Apdesi Kabupaten Karawang menyerahkan bantuan dan santunan bagi anak yatim dan para kaum jompo. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Ahmad Heryawan, Bupati Ade Swara, serta Ketua Apdesi Kab. Karawang, Asep Komara. Selain itu, jajaran Apdesi juga menyiapkan pentas hiburan berupa kesenian tradisional asli Karawang, berupa tari Jaipong. @AS Sumber.www.pelitakarawang.com

REDAKSI SINGAPERBANGSA


DUNIA KRIMINALITAS



SOSIAL & KEMASYARAKATAN



MAJALAH SINGAPERBANGSA >>> KERTITIK,SOROT DAN MEMBANGUN.